Pernah gak kamu merasa tidak punya harapan. Bahkan gak punya mimpi untu dimimpikan. Malu karna menjadi seseorang yang, yang gak punya semangat, gak punya arah, pesimis. Kamu gak tahu kemana arah kaki kamu melangkah. Dan setiap orang yang kamu kenal tiba-tiba menjadi orang asing buat kamu.
Pernah gak kamu merasa sedih. Kamu ingin menyendiri, sendiri, di sudut ruangan, atau menyendiri di atas bukit, mendengarkan lagu-lagu sedih dan menangis tersedu-sedu. Tanpa ada yang melihat, tanpa ada yang bertanya. Kamu terus menangis hingga kamu tak bisa melihat apa-apa.
Terkadang aku ingin mengadu, mencari tempat aku bisa menangis. Tapi, tidakkah itu terlalu kekanak-kanakan? Aku ingin kembali pada masa kecilku. Hah, tapi tidakkah itu pun tandanya aku tidak dewasa? Aku ingin berlari, menembus waktu, menembus ruang, mencari kebahagiaan.
Tetapi suatu pepatah mengatakan, "Kebahagian tak akan kau dapat jika kau terus berlari, berhentilah sejenak, syukuri apa yang berlalu, syukuri apa yang ada, agar di masa yang akan datang, kau bisa menyukuri masa ini." Mungkin itu lah kebahagia. Bersyukur.
Tapi untuk sementara, semuanya masih terasa gelap.
Pernah gak kamu merasa sedih. Kamu ingin menyendiri, sendiri, di sudut ruangan, atau menyendiri di atas bukit, mendengarkan lagu-lagu sedih dan menangis tersedu-sedu. Tanpa ada yang melihat, tanpa ada yang bertanya. Kamu terus menangis hingga kamu tak bisa melihat apa-apa.
Terkadang aku ingin mengadu, mencari tempat aku bisa menangis. Tapi, tidakkah itu terlalu kekanak-kanakan? Aku ingin kembali pada masa kecilku. Hah, tapi tidakkah itu pun tandanya aku tidak dewasa? Aku ingin berlari, menembus waktu, menembus ruang, mencari kebahagiaan.
Tetapi suatu pepatah mengatakan, "Kebahagian tak akan kau dapat jika kau terus berlari, berhentilah sejenak, syukuri apa yang berlalu, syukuri apa yang ada, agar di masa yang akan datang, kau bisa menyukuri masa ini." Mungkin itu lah kebahagia. Bersyukur.
Tapi untuk sementara, semuanya masih terasa gelap.
Komentar
Posting Komentar