Hallo, zusammen !!
Well, seperti judulnya, tulisan ini ditulis pas lewat tengah malam. Sekarang (waktu nulis ini) waktu menunjukan pukul 02.24 waktu Zittau, Germany. Sekarang saya cuma ingin bagi-bagi cerita buat semuanya, yang mungkin tidak ngeh ceritanya gimana sampai saya bisa ada di Jerman, pindah-pindahan kota, suka duka hidup di Jerman dan sebagainya.
Saya tamatan SMA N 3 Jayapura tahun 2013. Saya sempat ikut ujian SBMPTN/UMPTN tapi sayangnya kurang beruntung. Saya juga mendaftarkan diri untuk beasiswa kuliah dalam negeri yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Namun kemudian saya dapat berita dari kantor BPSDM (Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia) bahwa saya lulus beasisa ke luar negeri, atau lebih tepatnya ke Jerman. Mungkin anda sedikit bertanya,"Loh kok tiba-tiba dapat beasiswa ke luar negeri? Memangnya dia sebutin pernah ikut ujian untuk ke luar negeri?". Oke, saya belum pernah menyebutkan "saya juga mengikuti ujian ke luar negeri", TAPI, nih ada tapinya, saya pernah buat sebuah tulisan yang isinya mulai kelas 10 SMA semester kedua saya tidak bersekolah di sekolah saya sendiri. Melainkan dikirimkan ke Tangerang bersama kurang lebih 50 orang lainnya untuk mengikuti Program Intensiv Yohanes Surya. Yup, itu adalah bagian dari beasiswa Pemerintah Provinsi Papua. Sebelum lulus SMA dan kembali ke kota asal di Papua dan mengikuti Ujian Nasional(UN) kami diberikan beberapa tes kelanjutan beasiswa kami. Dan hasilnya baru saya terima setelah kelulusan SMA.
Singkat kata singkat cerita saya bersama empat teman lainnya dikirimkan kembali ke Pulau Jawa untuk mengikuti sekolah bahasa. Prosesnya tidak semudah yang saya pikirkan sebelumnya.Selain karena saya tidak pernah belajar bahasa jerman sebelumnya, proses pengurusan visa pelajar untuk ke Jerman ternyata cukup lama. Kultur Jerman sangat rapi dan teratur begitu juga dengan pengurusan visanya. Pertama-tama kita harus membuat Termin(Janji) jika ingin mengurus segala sesuatu di Kedutaan Jerman. Terminnya pun terkadang jauh dari hari pembuatan Termin. Bisa saja anda mem-booking Termin bulan ini dan jadwal Termin anda jatuhnya bulan depan. Semuanya tergantung jumlah orang yang mendaftar ke Kedutaan Jerman. Semakin banyak maka semakin susah. Setelah dapat Termin anda akan membuat akun Bank Jerman(Deutsche Bank). Anda mesti menunggu beberapa waktu sampai akun bank anda di-approve Deutsche Bank yang di Jerman. Setelah itu anda(jika sebagai pelajar) harus mengisi akun bank sebesar 8.040 Euro. Nilai tukar Euro saat itu cukup besar. Pembelian 1 Euro berada di sekitaran Rp. 16.000 - Rp. 16.500 . Setelah mengisi saldo bank dan bank pun menyatakan bahwa saldo anda sudah terisi 8.040 Euro baru lah visa anda dapat di proses.
Hmm, panjang kan. Tapi itu mungkin baru se per berapa dari tahap menuju ke Jerman. Untuk membuat visa anda juga harus membuat Termin lagi, melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk mendaftarkan diri anda ke Universitas atau Sekolah Tinggi di Jerman sementara belajar bahasa. Karena tanpa undangan untuk mengikuti tes dari sekolah di Jerman anda tidak dapat mengurus visa anda.
Setelah semua persyaratan untuk membuat visa sudah terpenuhi sekarang saatnya menunggu telefon dari kedutaan. Hal ini juga membutuhkan kesabaran karena memakan waktu yang lama. Untuk mendapatkan Visanya saja sudah cukup melelahkan, belum mengurus segala macam hal ketika sampai di Jerman. Mungkin sekarang sampai sekian dulu cerita dari saya. Saya sendiri tidak menyangka ceritanya bakalan sepanjang ini. Untuk kelanjutan cerita tentang bagaimana memulai hidup di Jerman bakal saya ceritakan lain kali.
Selamat pagi semuanya, tetap semangat !!
Well, seperti judulnya, tulisan ini ditulis pas lewat tengah malam. Sekarang (waktu nulis ini) waktu menunjukan pukul 02.24 waktu Zittau, Germany. Sekarang saya cuma ingin bagi-bagi cerita buat semuanya, yang mungkin tidak ngeh ceritanya gimana sampai saya bisa ada di Jerman, pindah-pindahan kota, suka duka hidup di Jerman dan sebagainya.
Saya tamatan SMA N 3 Jayapura tahun 2013. Saya sempat ikut ujian SBMPTN/UMPTN tapi sayangnya kurang beruntung. Saya juga mendaftarkan diri untuk beasiswa kuliah dalam negeri yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Namun kemudian saya dapat berita dari kantor BPSDM (Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia) bahwa saya lulus beasisa ke luar negeri, atau lebih tepatnya ke Jerman. Mungkin anda sedikit bertanya,"Loh kok tiba-tiba dapat beasiswa ke luar negeri? Memangnya dia sebutin pernah ikut ujian untuk ke luar negeri?". Oke, saya belum pernah menyebutkan "saya juga mengikuti ujian ke luar negeri", TAPI, nih ada tapinya, saya pernah buat sebuah tulisan yang isinya mulai kelas 10 SMA semester kedua saya tidak bersekolah di sekolah saya sendiri. Melainkan dikirimkan ke Tangerang bersama kurang lebih 50 orang lainnya untuk mengikuti Program Intensiv Yohanes Surya. Yup, itu adalah bagian dari beasiswa Pemerintah Provinsi Papua. Sebelum lulus SMA dan kembali ke kota asal di Papua dan mengikuti Ujian Nasional(UN) kami diberikan beberapa tes kelanjutan beasiswa kami. Dan hasilnya baru saya terima setelah kelulusan SMA.
Singkat kata singkat cerita saya bersama empat teman lainnya dikirimkan kembali ke Pulau Jawa untuk mengikuti sekolah bahasa. Prosesnya tidak semudah yang saya pikirkan sebelumnya.Selain karena saya tidak pernah belajar bahasa jerman sebelumnya, proses pengurusan visa pelajar untuk ke Jerman ternyata cukup lama. Kultur Jerman sangat rapi dan teratur begitu juga dengan pengurusan visanya. Pertama-tama kita harus membuat Termin(Janji) jika ingin mengurus segala sesuatu di Kedutaan Jerman. Terminnya pun terkadang jauh dari hari pembuatan Termin. Bisa saja anda mem-booking Termin bulan ini dan jadwal Termin anda jatuhnya bulan depan. Semuanya tergantung jumlah orang yang mendaftar ke Kedutaan Jerman. Semakin banyak maka semakin susah. Setelah dapat Termin anda akan membuat akun Bank Jerman(Deutsche Bank). Anda mesti menunggu beberapa waktu sampai akun bank anda di-approve Deutsche Bank yang di Jerman. Setelah itu anda(jika sebagai pelajar) harus mengisi akun bank sebesar 8.040 Euro. Nilai tukar Euro saat itu cukup besar. Pembelian 1 Euro berada di sekitaran Rp. 16.000 - Rp. 16.500 . Setelah mengisi saldo bank dan bank pun menyatakan bahwa saldo anda sudah terisi 8.040 Euro baru lah visa anda dapat di proses.
Hmm, panjang kan. Tapi itu mungkin baru se per berapa dari tahap menuju ke Jerman. Untuk membuat visa anda juga harus membuat Termin lagi, melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk mendaftarkan diri anda ke Universitas atau Sekolah Tinggi di Jerman sementara belajar bahasa. Karena tanpa undangan untuk mengikuti tes dari sekolah di Jerman anda tidak dapat mengurus visa anda.
Setelah semua persyaratan untuk membuat visa sudah terpenuhi sekarang saatnya menunggu telefon dari kedutaan. Hal ini juga membutuhkan kesabaran karena memakan waktu yang lama. Untuk mendapatkan Visanya saja sudah cukup melelahkan, belum mengurus segala macam hal ketika sampai di Jerman. Mungkin sekarang sampai sekian dulu cerita dari saya. Saya sendiri tidak menyangka ceritanya bakalan sepanjang ini. Untuk kelanjutan cerita tentang bagaimana memulai hidup di Jerman bakal saya ceritakan lain kali.
Selamat pagi semuanya, tetap semangat !!
Komentar
Posting Komentar